Manusia dan Kebudayaan
Manusia dan kebudayaan merupakan salah satu ikatan yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan ini. Manusia sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna menciptakan kebudayaan mereka sendiri dan melestarikannya secara turun-menurun. Budaya tercipta dari kegiatan sehari-hari dan juga dari kejadian-kejadian yang sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa.
Manusia di dunia ini memegang peranan yang unik dan dapat di pandang dalam beberapa segi. Misalnya, manusia di pandang sebagai kumpulan dari partikel-partikel atom yang membentuk jaringan-jaringan system (ilmu kimia). Manusia merupakan makhluk biologis yang tergolong dalam golongan mamalia (ilmu biologi). Manusia sebagai makhluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri (ilmu sosiologi) dan lain sebagainya.
Kebudayaan berasal dari kata budaya yang berarti hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.
Definisi Kebudyaan itu sendiri adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam fikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Namun kebudayaan juga dapat kita nikmati dengan panca indera kita. Lagu, tari, dan bahasa merupakan salah satu bentuk kebudayaan yang dapat kita rasakan.
Sumber: http://sanusiadam79.wordpress.com/2013/03/14/manusia-dan-kebudayaan/
Contoh hubungan manusia dan kebudayaan:
- Perubahan yang di lakukan masyarakat atau penduduk yang datang dari desa kekota. Masyarakat dari desa biasanya hanya meniru atau mengikuti budaya yang di lakukan masyarakat dari kota tanpa memikirkan sisi positif dan negatifnya, mereka hanya berfikir bahwa budaya kota itu lebih maju dan harus mereka jadikan contoh, akibatnya mereka terkadang terjebak akan hal-hal negatif yang mereka tidak ketahui sebelumnya.
- Seorang anak belum lama membeli handphone baru, lalu beberapa bulan kemudian membeli handphone lagi keluaran yang paling terbaru hanya karena gengsi dan tidak mau ketinggalan zaman dengan teman-temannya.
- Sebagian besar masyarakat Indonesia mengkonsumsi nasi sebagai asupan karbohidrat setiap hari adalah wajib hukumnya, jika tidak makan nasi walaupun sudah makan makanan sebanyak apapun rasanya seperti ada yang kurang, hal yang biasa dilakukan ini menjadikan makan nasi sebagai asupan karbohidrat adalah kebudayaan di Indonesia.
Sumber: http://bayusetiawan21.wordpress.com/2013/03/12/contoh-manusia-dan-kebudayaan-dalam-keseharian/
Kesimpulan:
Pada dasarnya manusia dan kebudayaan itu saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan. Namun sayangnya kebudayaan itu ada yang positif dan negatif. Tetapi kembali ke diri manusianya itu sendiri lebih memilih kebudayaan yang positif atau negatif.
Kesimpulan:
Pada dasarnya manusia dan kebudayaan itu saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan. Namun sayangnya kebudayaan itu ada yang positif dan negatif. Tetapi kembali ke diri manusianya itu sendiri lebih memilih kebudayaan yang positif atau negatif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar