Nama: Intan Yuliawati
Kelas: 2PA07
#KesehatanMental
Gangguan bipolar adalah salah satu masalah kejiwaan yang membuat penderitanya mengalami perubahan suasana hati secara fluktuatif dan drastis. Misalnya dari yang murung, tiba-tiba bisa berubah menjadi sangat bahagia atau sebaliknya.
Pada fase turun atau yang disebut sebagai periode depresi, penderita gangguan bipolar biasanya akan terlihat sedih, lesu, dan tidak bergairah. Sedangkan pada fase naik atau mania, penderita kondisi ini bisa menjadi sangat bersemangat, enerjik, dan banyak bicara.
Jika dilihat dari perputaran episode suasana hati, ada penderita gangguan bipolar yang mengalami keadaan normal di antara mania dan depresi. Meski begitu, ada sebagian penderita yang mengalami perputaran cepat dari fase ke fase tanpa adanya periode normal. Tiap fase gejala yang tergolong parah dapat berlangsung hingga beberapa minggu.
Pada gangguan bipolar, ada juga penderita yang mengalami mania dan depresi secara bersamaan. Misalnya, ketika penderita merasa sangat berenerjik, di saat bersamaan dirinya juga merasa sangat sedih dan putus asa. Gejala yang jarang terjadi ini dinamakan dengan periode campuran.
Gejala-gejala pada fase mania
Fase mania
ditandai dengan kenaikan suasana hati secara signifikan sehingga menyebabkan penderita gangguan bipolar yang mengalaminya akan merasa sangat gembira dan bersemangat. Mereka merasa sangat berenerjik dan merasa tidak lelah walau kurang tidur. Kondisi-kondisi itu membuat mereka menjadi banyak bicara dengan sangat cepat dan mengalami peningkatan libido.
Mania juga membuat ego penderita menjadi tinggi sehingga tidak jarang mereka menjadi mudah tersinggung dan terusik, merasa dirinya sangat penting, merasa sangat bangga terhadap dirinya sendiri, dan dapat melakukan hal-hal sembrono seperti menghabiskan tabungan atau membuat keputusan besar yang berisiko tinggi atau yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Gejala-gejala pada fase depresi
Kebalikan dari fase mania adalah fase depresi. Fase ini ditandai dengan penurunan suasana hati secara signifikan, sehingga penderita bipolar akan merasa sangat sedih, cemas, sulit tidur, merasa bersalah, pesimis, dan cenderung putus asa. Jika gejala ini makin parah, dikhawatirkan penderita dapat menyakiti dirinya sendiri atau bahkan bunuh diri.
Tema: Perilaku Bipolar
Konsep: Kami membuat video tentang seseorang yang mengidap perilaku bipolar. Video ini menceritakan seorang gadis bernama Iren yang sedang membaca buku sebelum tidur. Tak lama kemudia handphonenya berdering, ternyata itu chat dari kekasihnya. Isi chatnya adalah kekasihnya memutuskan hubungan mereka secara sepihak. Seketika Iren langsung kesal, sedih, marah yang berlebihan dan merusak barang-barang disekitarnya. Lalu ia berinisiatif untuk meminum obat yang membuat ia tenang dan bisa tidur. Keesokan paginya, ia merasa pagi ini sangat indah seakan-akan ia lupa kejadian semalam. Kemudian ia mencari handphone-nya tetapi handphonenya tidak ada di mana-mana dan ia sangat marah. Setelah ia menemukan handphonenya, ia menjadi sangat bahagia.
Tujuan: Agar kita bisa lebih memahami bagaimana perilaku bipolar
Link vidio:
https://youtu.be/Zv8Shj1NuSI
Nama Kelompok:
Bunga Anugrah G
Erlita Permatasari
Erna Usman
Fatma Aliasari
Intan Yuliawati
Nadira Raycha
Nur Andyni
Syarah Mardiyanti
Daftar Pustaka:
http://www.alodokter.com/gangguan-bipolar